responsive1.txt

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 6 June 2017

Komputasi Quantum

Quantum Computing

     Merupakan alat hitung yang menggunakan mekanika kuantum seperti superposisi dan keterkaitan, yang digunakan untuk peng-operasi-an data. Perhitungan jumlah data pada komputasi klasik dihitung dengan bit, sedangkan perhitungan jumlah data pada komputer kuantum dilakukan dengan qubit. Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.

Sejarah singkat

Pada tahun 1970-an pencetusan atau ide tentang komputer kuantum pertama kali muncul oleh para fisikawan dan ilmuwan komputer, seperti Charles H. Bennett dari IBM, Paul A. Benioff dari Argonne National Laboratory, Illinois, David Deutsch dari University of Oxford, dan Richard P. Feynman dari California Institute of Technology (Caltech).
Feynman dari California Institute of Technology yang pertama kali mengajukan dan menunjukkan model bahwa sebuah sistem kuantum dapat digunakan untuk melakukan komputasi. Feynman juga menunjukkan bagaimana sistem tersebut dapat menjadi simulator bagi fisika kuantum. 
Pada tahun 1985, Deutsch menyadari esensi dari komputasi oleh sebuah komputer kuantum dan menunjukkan bahwa semua proses fisika, secara prinsipil, dapat dimodelkan melalui komputer kuantum. Dengan demikian, komputer kuantum memiliki kemampuan yang melebihi komputer klasik.
Pada tahun 1995, Peter Shor merumuskan sebuah algoritma yang memungkinkan penggunaan komputer kuantum untuk memecahkan masalah faktorisasi dalam teori bilangan.
Sampai saat ini, riset dan eksperimen pada bidang komputer kuantum masih terus dilakukan di seluruh dunia. Berbagai metode dikembangkan untuk memungkinkan terwujudnya sebuah komputer yang memilki kemampuan yang luar biasa ini. Sejauh ini, sebuah komputer kuantum yang telah dibangun hanya dapat mencapai kemampuan untuk memfaktorkan dua digit bilangan. Komputer kuantum ini dibangun pada tahun 1998 di Los Alamos, Amerika Serikat, menggunakan NMR (Nuclear Magnetic Resonance).

Entanglement

     Entanglement adalah efek mekanik kuantum yang mengaburkan jarak antara partikel individual sehingga sulit menggambarkan partikel tersebut terpisah meski Anda berusaha memindahkan mereka. Contoh dari quantum entanglement: kaitan antara penentuan jam sholat dan quantum entanglement. Mohon maaf bagi yang beragama lain saya hanya bermaksud memberi contoh saja. Mengapa jam sholat dibuat seragam? Karena dengan demikian secara massal banyak manusia di beberapa wilayah secara serentak masuk ke zona entanglement bersamaan.

Pengoperasian Data Qubit

     Komputer kuantum memelihara urutan qubit. Sebuah qubit tunggal dapat mewakili satu, nol, atau, penting, setiap superposisi quantum ini, apalagi sepasang qubit dapat dalam superposisi kuantum dari 4 negara, dan tiga qubit dalam superposisi dari 8. Secara umum komputer kuantum dengan qubit n bisa dalam superposisi sewenang-wenang hingga 2 n negara bagian yang berbeda secara bersamaan (ini dibandingkan dengan komputer normal yang hanya dapat di salah satu negara n 2 pada satu waktu). Komputer kuantum yang beroperasi dengan memanipulasi qubit dengan urutan tetap gerbang logika quantum. Urutan gerbang untuk diterapkan disebut algoritma quantum.
     Sebuah contoh dari implementasi qubit untuk komputer kuantum bisa mulai dengan menggunakan partikel dengan dua putaran menyatakan: “down” dan “up”. Namun pada kenyataannya sistem yang memiliki suatu diamati dalam jumlah yang akan kekal dalam waktu evolusi dan seperti bahwa A memiliki setidaknya dua diskrit dan cukup spasi berturut-turut eigen nilai , adalah kandidat yang cocok untuk menerapkan sebuah qubit. Hal ini benar karena setiap sistem tersebut dapat dipetakan ke yang efektif spin -1/2 sistem.





Algoritma pada Quantum Computing

     Para ilmuwan mulai melakukan riset mengenai sistem kuantum tersebut, mereka juga berusaha untuk menemukan logika yang sesuai dengan sistem tersebut. Sampai saat ini telah dikemukaan dua algoritma baru yang bisa digunakan dalam sistem kuantum yaitu algoritma shor dan algoritma grover.

Algoritma Shor

Algoritma yang ditemukan oleh Peter Shor pada tahun 1995. Dengan menggunakan algoritma ini, sebuah komputer kuantum dapat memecahkan sebuah kode rahasia yang saat ini secara umum digunakan untuk mengamankan pengiriman data. Kode yang disebut kode RSA ini, jika disandikan melalui kode RSA, data yang dikirimkan akan aman karena kode RSA tidak dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat. Selain itu, pemecahan kode RSA membutuhkan kerja ribuan komputer secara paralel sehingga kerja pemecahan ini tidaklah efektif.

Algoritma Grover

Algoritma Grover adalah sebuah algoritma kuantum yang menawarkan percepatan kuadrat dibandingkan pencarian linear klasik untuk list tak terurut. Algoritma Grover menggambarkan bahwa dengan menggunakan pencarian model kuantum, pencarian dapat dilakukan lebih cepat dari model komputasi klasik. Dari banyaknya algoritma kuantum, algoritma grover akan memberikan jawaban yang benar dengan probabilitas yang tinggi. Kemungkinan kegagalan dapat dikurangi dengan mengulangi algoritma. Algoritma Grover juga dapat digunakan untuk memperkirakan rata-rata dan mencari median dari serangkaian angka, dan untuk memecahkan masalah Collision.

Implementasi Quantum Computing

     Pada 19 Nov 2013 Lockheed Martin, NASA dan Google semua memiliki satu misi yang sama yaitu mereka semua membuat komputer kuantum sendiri. Komputer kuantum ini adalah superkonduktor chip yang dirancang oleh sistem D - gelombang dan yang dibuat di NASA Jet Propulsion Laboratories.
     NASA dan Google berbagi sebuah komputer kuantum untuk digunakan di Quantum Artificial Intelligence Lab menggunakan 512 qubit D -Wave Two yang akan digunakan untuk penelitian pembelajaran mesin yang membantu dalam menggunakan jaringan syaraf tiruan untuk mencari set data astronomi planet ekstrasurya dan untuk meningkatkan efisiensi searchs internet dengan menggunakan AI metaheuristik di search engine heuristical. 
     A.I. seperti metaheuristik dapat menyerupai masalah optimisasi global mirip dengan masalah klasik seperti pedagang keliling, koloni semut atau optimasi swarm, yang dapat menavigasi melalui database seperti labirin. Menggunakan partikel terjerat sebagai qubit, algoritma ini bisa dinavigasi jauh lebih cepat daripada komputer konvensional dan dengan lebih banyak variabel. 
     Penggunaan metaheuristik canggih pada fungsi heuristical lebih rendah dapat melihat simulasi komputer yang dapat memilih sub rutinitas tertentu pada komputer sendiri untuk memecahkan masalah dengan cara yang benar-benar cerdas . Dengan cara ini mesin akan jauh lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan data indrawi dan akan mampu berfungsi dengan jauh lebih otomatisasi daripada yang mungkin dengan komputer normal. 


Sumber :




Saturday, 22 April 2017

Analisa Jurnal (Cloud,Grid,Virtualisasi)

PEMANFAATAN CLOUD COMPUTING DALAM GOOGLE MAPS  UNTUK PEMETAAN INFORMASI ALIH FUNGSI LAHAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

Analisa Umum Jurnal
Penlitian dengan judul "Developing Web_based Tourist information Tools Using Google Map” membahas tentang penggunaan Google Map API untuk pengembangan aplikasi tujuan yang akan dilakukan oleh turis atau travel agent. Aplikasi ini menyediakan tour guide, perjalanan secara online, dan rencana perjalanan yang akan dilakukan oleh seorang Turis. Dalam Penelitian ini pemandu wisata menggunakan handphone dengan layanan GPS untuk berkomunikasi dengan Google Map dan secara real-time menyampaikan lokasi yang akan dituju oleh turis.

Cloud Computing
Saat ini cloud computing identik dengan internet. Namun bila dilihat dari konsepnya, cloud juga ada pada jaringan yang lebih kecil, seperti LAN atau MAN. Definisikan Cloud Computing atau komputasi awan menurut Hartig [1]:  Cloud computing can be defined as simply the sharing and use of applications and resources of a network environment to get work done without concern about ownership and management of the network’s resources and applications. With cloud computing, computer resources for getting work done and their data are no longer stored on one’s personal computer, but are hosted elsewhere to be made accessible in any location and at any time. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penerapan teknologi ini, antara lain: 1) Ini adalah sebuah model layanan berbasis Internet untuk menampung sumberdaya sebuah perusahaan. Artinya sebuah perusahaan tak perlu lagi memiliki atau mendirikan infrastruktur lantaran sudah ada perusahaan lain yang menyediakan “penampung” di cloud alias Internet. 2) Sebuah perusahaan tak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk pembelian dan perawatan infrastruktur dan software. 3) Perusahaan pun tak perlu memiliki pengetahuan serta merekrut tenaga pakar dan tenaga pengontrol infrastruktur di “cloud” yang mendukung mereka.

Karakteristik Cloud computing
NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari cloud computing [3] sebagai berikut:
1.      On-demand self-service. Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan, sebuah portal web dan manajemen interface.
2.      Broad network access. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar, yang mengenalkan penggunaan berbagai platform (misalnya, telepon selular, laptop, dan PDA).
3.      Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen.
4.      Rapid elasticity. Kemampuan dapat dengan cepat dan elastis ditetapkan.
5.       Measured  Service. Sistem cloud computing secara otomatis mengawasi dan mengopti-malkan penggunaan sumberdaya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (measuring) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif).

Layanan Cloud Computing

1.      Cloud Software as a Service (SaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infra-struktur awan.
2.      . Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrastruktur cloud computing menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider.
3.      Cloud Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyimpan, koneksi jaringan, dan komputasi sumberdaya penting lainnya, dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas, dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi.

Kesimpulan Analisa
Informasi pertanian merupakan hal penting dalam pengembangan sektor pertanian. Dalam proses penyebaran informasi pertanian yaitu dalam studi kasus alih lahan wilayah minahasa tenggara, dibangun suatu model cloud computing pada google map API yang diimplementasi dalam peta digital alih lahan tanaman pangan yang diharapkan tepat waktu dan relevan memberikan informasi yang bermanfaat kepada petani dan pemerintah Kabupaten Minahasa tenggara serta dapat juga dikembangkan dalam suatu WebGis sebagai sarana informasi yag dapat bermanfaat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi dan diharapkan mampu meningkatkan tingkat produksi tanaman pangan.





Komputasi Grid Berbasiskan Grid Resources for Industrial Application untuk Pertukaran Data


Analisa Umum Jurnal
                  Komputasi Grid adalah suatu model komputasi yang mendistribusikan proses melewati batas infrastruktur yang terpisah secara administratif dan geografis. Komputasi gris menghubungkan banyak sumber daya komputasi yang heterogen, sehingga membentuk sebuah arsitektur komputer virtual yang memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang idle atau tidak sedang digunakan. GRIA (Grid Resources for Industrial Applications) dibuat untuk menjadikan komputasi grid dapat digunakan baik dalam dunia industri maupun bisnis. Middleware GRIA ini dibuat berdasarkan layanan web (web services), dan dirancang khusus memenuhi kebutuhan kegiatan perindustrian dalam hal keamanan serta operasi dan pengadaan layanan business-to-business (B2B). Penelitian ini mengungkap kinerja GRIA dengan melakukan uji coba terhadap layanan data dan layanan job. Dari uji coba diperoleh nilai rata-rata dari waktu , ukuran berkas dan bandwidth . 

Komputasi Grid
                 Komputasi grid dapat dilihat sebagai model komputasi terdistribusi yang mendukung konsep organisasi dinamis virtual dengan memberikan akses yang aman, terkoordinasi dan berbagi sumber daya yang heterogen dan tersebar secara geografis.
Sebuah komputasi grid adalah infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat diandalkan, konsisten, menyeluruh, dan akses yang murah untuk kemampuan komputasi high-end. Sebagai teknologi yang belum matang, khususnya dalam implementasi grid di dunia nyata, maka jenis grid dapat digambarkan sebagai berikut [4-5]: 
1. Grid Komputasi (computational grid) Sebuah komputasi grid merupakan grid yang memiliki kekuatan pemrosesan sebagai sumber komputasi utama yang di-share antar node-nodenya. 
2. Grid Data (data grid) Grid data memiliki kapasitas penyimpanan data sebagai sumber utama yang di-share.
3. Grid Jaringan (network grid) Grid jaringan juga dikenal dengan nama (delivery grid) grid pengiriman.



Prinsip Kerja Grid Computing

    Grid Resources for Industrial Applications (GRIA) adalah infrastruktur yang berorientasi layanan (service-oriented) dan dirancang untuk mendukung kolaborasi B2B (Business-toBusiness) melalui penyediaan layanan dengan cara yang aman, interoperabilitas dan fleksibel.

  Gambar 1. Kelompok kerja yang terhubung dalam satu sistem GRIA 

Dalam sistem GRIA terdapat dua sisi utama yang tersedia yaitu sisi Penyedia Layanan (Service Provider) dan sisi Organisasi klien (Client Organisation).
 
Metode Grid
                   Data yang digunakan dalam pengujian adalah 30 data uji yang terdiri dari 3 kelompok jenis berkas yang mewakili berkas teks, gambar dan audiovideo. Tiga kelompok ini masing-masing terdiri dari 10 berkas teks berekstensi pdf, 10 berkas gambar berekstensi jpg dan 10 berkas audiovideo berekstensi flv. Gambar 2 menunjukkan diagram alir dari pengujian terhadap layanan data. Data masukan yang digunakan adalah ke-30 data uji yang diunggah (upload)  oleh klien ke tempat penyimpanan data grid atau provider. Data uji.
ini bervariasi dari segi kapasitas maupun jenis ekstensinya. Dari segi jenis ekstensi, data masukannya berupa berkas dengan ekstensi jpg (kompresi gambar), flv (video) dan pdf (teks). 


Kesimpulan analisa

  untuk mendapatkan informasi performa kecepatan unggah dan unduh suatu berkas berdasarkan kemampuan bandwidth yang ada. Dengan diketahuinya nilai-nilai ini, maka GRIA dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada kebutuhan komputasi grid disamping Globus yang telah terlebih dahulu digunakan.
1.     -









PEMBUATAN PROTOTYPE VIRTUAL SERVER MENGGUNAKAN PROXMOX VE UNTUK OPTIMALISASI RESOURCE  HARDWARE DI NOC FKIP UNSPEMBUATAN PROTOTYPE VIRTUAL SERVER MENGGUNAKAN PROXMOX VE UNTUK OPTIMALISASI RESOURCE  HARDWARE DI NOC FKIP UNS

Analisa Umum Jurnal
Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype virtualisasi server di lingkungan FKIP UNS untuk membangun infrastruktur server yang efisien, flexybel, serta mengoptimalkan penggunaan resource agar dapat disesuaikan dengan beban kerja sehingga resource hardware menjadi optimal. Sejumlah mesin server di Network Operator Center (NOC) FKIP UNS memiliki spesifikasi prosesor dan memori yang tidak sama sehingga perlu dilakukan optimalisasi tiap-tiap mesin supaya bekerja optimal.


Dasar Teori
Konsep virtualisasi sesungguhnya  bukan konsep yang baru. Mainframe IBM sudah menggunakan sistem operasi VM yang sudah menerapkan teknologi virtualisasi selama beberapa dekade. Saat ini sistem operasi VM memungkinkan untuk menjalankan beberapa sistem Linux  pada sebuah mesin mainframe. Dengan  kata lain, sejumlah mesin Linux dapat dikonsolidasikan  pada sebuah mainframe  menggunakan sistem operasi VM. Sistem komputer modern tersusun atas beberapa layer, yaitu layer hardware, layer operating system, dan layer program aplikasi.

Software virtualisasi melakukan abstraksi dari mesin virtual  dengan cara menambahkan layer baru di antara 3 layer di atas. Posisi dari layer baru tersebut menentukan level dari virtualisasi. Secara umum terdapat 3 level virtualisasi, yaitu[1]:
1.      Level hardware: pada tahun  1970-an mainframe IBM  menjadi pionir dalam virtualisasi secara hardware. Mainframe tersebut menjalankan sistem  operasi VM yang berfungsi untuk menyediakan servis virtualisasi, sehingga mainframe tersebut dapat  dipartisi dimana  masing-masing partisi dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi sendiri.
2.      Level sistem operasi: layer virtualisasi diletakkan di atas layer sistem operasi. Program aplikasi dijalankan  di atas sistem operasi  pada mesin  virtual.  Akses ke hardware  dari mesin virtual harus melalui  sistem  operasi dari mesin fisik, sehingga tidak seefisien  pada arsitektur hypervisor. Arsitektur virtualisasi pada level sistem operasi disebut  juga sebagai arsitektur hosted.  
3.      Level bahasa tingkat tinggi: layer virtualisasi berada di atas layer program aplikasi, berfungsi untuk melakukan abstraksi  mesin virtual  yang dapat menjalankan  program yang  ditulis dan dikompilasi sesuai  dengan definisi abstrak mesin virtual  yang akan menjalankan  program tersebut.

Proxmox
Proxmox merupakan software open source Virtualization Platform untuk menjalankan Virtual Appliance dan Virtual Machine. Proxmox VE adalah distro khusus yang didedikasikan secara khusus sebagai mesin host virtualisasi sistem dan memuat 2 teknologi virtualisasi, yaitu KVM dan OpenVZ
Proxmox VE menggunakan Container Virtualization dan Full Virtualization:
·         Container Virtualization ( OpenVZ) merupakan teknologi yang disarankan untuk menjalankan server linux. OpenVZ membuat beberapa container yangsecure
dan terisolasi ( disebut juga CT,VE atau VPS).
·         Full Virtualization (KVM) merupakan singkatan dari (Kernel-based Virtual Machine) adalah solusi virtulaisasi penuh untuk hardware berbasis x86 yang memiliki ekstensi virtualisasi ( Intel VT datau AMDV CPU).

Kesimpulan Analisa
1.      Prototype virtualisasi server di NOC FKIP UNS menunjukkan adanya optimalisasi pada penggunaan sumber daya prosesor dan memori yang telah disesuaikan dengan beban kerja sehingga optimalisasi resources hardware dapat tercapai.
2.      Opitimalisasi juga terdapat pada prosesor dan memori yang utilitasnya meningkat pada perbandingan server non virtual dan server virtual. 
3.      Penerapan virtualisasi server akan mempermudah proses maintenance dan recovery karena hanya berfokus pada satu hardware server saja.




















Daftar Pustaka

Jurnal 1

[1] Hartig, K (2008) What is Cloud Computing?, Cloud Computing Journal available at: http://cloudcomputing. syscon.com/node/579826
[2] Mark-Shane E. Scale (2009) Cloud Computing and Collaboration. Library Hi Tech News, Vol. 26 Iss: 9, pp.10 - 13).
[3] Mell,  P  and  Grance  T  (2009)  NIST  Definition of  Cloud Computing v15.
[4] Mell, P and Grance T (2009) Presentation on Effectively and Securely Using the Cloud Computing Paradigm v26. Available at : http://csrc.nist.gov/groups/SNS/cloud- computing/cloud-computing-v26.ppt
[5] Bing Pana; John C. Crottsa; Brian Mullerb. (2007). "Developing Web-Based Tourist Information Tools Using Google Map". Department of Hospitality and Tourism Management College of Charleston, USA, 2007
[6] Akhmad Syaikhu. (2010). "Komputasi Awan (CLOUD COMPUTING) Perpustakaan Pertanian". Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 10 No. 1.2010
[7] Akhmad Syaikhu. (2010). "Komputasi Awan (CLOUD COMPUTING) Perpustakaan Pertanian". Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 10 No. 1.2010 
[8] Pinardi, Eko Setia. (2011). "Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Melalui Cloud Computing".  STEI ITB Puslitbang Tanaman Pangan–Badan Litbang Pertanian. 2011 [9] Wei-Tek Tsai; Xin Sun; Janaka Balasooriya. (2010) "Service-Oriented Cloud Computing Architecture", Department of Computer Science Arizona State University (USA), Department of Computer Science and Technology, Tsinghua University, Beijing (China)
[10] Yao-Jan Wu; Yinhai Wang; and Dalin Qian. (2007) "A Google-Map-Based Arterial Traffic Information System". Proceedings of the 2007 IEEE Intelligent Transportation Systems Conference Seattle, WA, USA, 2007.
[11] BPS Minahasa Selatan, 2012. Minahasa Tenggara Dalam  Angka, 2012.
[12] Spinola, M (2009) An Essential Guide to Possibilities and Risks of Cloud Computing: a Pragmatic Effective and Hype Free Approach for Strategic Enterprise Decision Making.
[13] Velte, Anthony T.; Toby J. Velte, Ph.D.; Robert Elsenpeter. (2010). “Cloud Computing: A Practical Approach”. McGraw-Hill: New York. 20 Elsenpeter. (2010).

Jurnal 2

[1] The Enabling Grids for E-sciencE (EGEE) project. Tersedia di :  http://www.eu-egee.org/  
[2] I. Foster, ,”What is the Grid? A Three Point Checklist”, 2002. 
[3] I. Foster, C. Kesselman,   The Grid 2, Blueprint for a New Computing Infrastructure,  Morgan Kaufmann, San Fransisco , 2004, p. 46. 
[4] L.Ferreira,  F. Lucchese, T.Yasuda, Y. L.Chin, C.A.Queiroz, , E.Minetto , A.Mungioli ,”Grid Computing Products and Services”, 1st edition, IBM Corporation, New York, 2005. 
[5] L.Ferreira,  F. Lucchese, T.Yasuda, Y. L.Chin, C.A.Queiroz, , E.Minetto , A.Mungioli, ” Grid Computing in Research and Education”, 1st edition, IBM Corporation, New York, 2005. 
[6] I.Foster, , C.Kesselmen , dan S.Tuecke, ,” The Anatomy of the Grid: Enabling Scalable Virtual Organizations”, International Journal Supercomputer Applications, 15(3), 2001, pp. 200-222.  
[7] I.Foster, , C.Kesselmen, J.Nick, , S.Tuecke ,”The Physiology of the Grid: An Open Grid Services Architecture for Distributed Systems Integration”, In Open Grid Service Infrastructure WG, Global Grid Forum, 2002. 
[8] The Globus Alliance. Tersedia di :  http://www.globus.org 
[9] The GRIA Project. Tersedia di :  http://www.gria.org 
[10] WS-I Basic Profile 2.0 reference. Tersedia di : http://wsi.org/Profiles/BasicProfile-2.0-2010-11-09.html 
[11] WS-I Basic Security Profile 1.0 reference. Tersedia di :  http://www.ws-i.org/Profiles/BasicSecurityProfile-1.0-Errata.html 
[12] M.Surridge, S.Taylor, D. D. Roure dan E.Zaluska, ,”Experiences with GRIA – Industrial applications on a Web Services Grid”, Proceedings of the First International Conference on e-Science and Grid Computing (e-Science ’05),  Southampton, 2005. 
[13] The DataGrid project.Tersedia di :  http://www.eu-datagrid.org 
[14] The Condor project. Tersedia di :  http://www.cs.wisc.edu/condor 
[15] The International Community W3C . Tersedia di :  http://www.w3.org 
[16] The ActiveState Software Inc. Tersedia di : http://www.activestate.com
[17] The ImageMagick Studio LLC. Tersedia di : http://www.imagemagick.org 

Jurnal 3

1) Masin vavai Sugianto,2011,rev.2. Panduan virtualisasi & cloud computing pada Sistem linux,Bekasi.
2) Puspanda, Hatta., 2011. Optimalisasi Utilisasi Server Menggunakan Virtualisasi Server. Skripsi, Universitas Sebelas Maret
3) Isa, Sani Muhamad, 2006,Penerapan Konsolidasi Server Menggunakan Teknologi Virtualisasi, SNATI 2006, Yogyakarta
4) D.H. Brown Associates, Inc. VMware: Tool for Server Consolidation, http://www.vmware.com/pdf/vmwaredhbrown.pdf (diakses  pada tanggal 2 Agustus 2012).
5) Nurhaida, Ida., 2009.  Pengukuran Overhead, Linearitas, Isolasi Kinerja dan Penggunaan Sumber Daya Perangkat Keras pada Server Virtual. Tesis, Universitas Indonesia


Monday, 27 March 2017

Pengantar Komputasi Modern

Jurnal         : ” The Mexican Banking System and Its’ Oligopsonic-Oligopolistic Structure”

Ruang Lingkup Pembahasan

  • ·         Penerapan metode CR dan Herfindahl-Hirschman Index dalam system perbankan Meksiko
  • ·         Membahas mengenai struktur pasar Oligopsonic-Oligopolistic
  • ·         Efek Persaingan pasar terhadap pendapatan ekonomi bank


Metode

  • ·         The concentration ratio(CR)
  • ·         Herfindahl-Hirschman Index



Metode The concentration ratio

Kelebihan :
  •  CRN dapat memberikan gambaran tentang peran n perusahaan yang ada dalam industry
  •  Dapat mengukur pangsa dari output, turnover, value added, jumlah pegawai atau nilai asset dari total industri.

Kekurangan :
  • CRN tidak cukup dapat memberikan informasi mengenai keterkaitan antar perusahaan di   dalam industri.
  • CRN sangatlah tergantung pada jumlah keseluruhan perusahaan yang ada dalam industri. CRN akan menurun jika jumlah perusahaan dalam industri meningkat


Metode Herfindahl-Hirschman Index

Kelebihan :
  •            Dapat mengukur distribusi penguasaan pasar atau penghitungan konsentrasi pasar di dalam industri.
  •        Dapat menguji apakah suatu perusahaan melanggar hukum persaingan usaha dan melakukan monopoli.


Kekurangan :
  •        Produk indeks Herfindahl cenderung melebihkan signifikan konsentrasi dalam sector tertentu(perakitan kendaraan)
  •        Sangat tergantung pada seluas atau sesempit apa produk di deskripsikan





Hasil Analisa Pasar Meksiko


 Gambar 1 

                                                Gambar 2

Pada bulan November 1999 CR4 (Gambar 1) adalah 33,46% dan CR8 (Gambar 2) 44,37%.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa sistem perbankan sangat kompetitif.
Dari Januari 2000 sampai April 2003 konsentrasi pasar dalam empat terbesar bank (CR4) meningkat dari 33,46% sampai dengan 72,51% dan pada Januari 2005 mencapai level tertinggi: 73,29%.
Selama ini konsentrasi pasar di delapan bank terbesar (CR8) pergi dari 44,37% menjadi 91,31% dan pada Januari 2005 mencapai level tertinggi: 95,82%. Pada awal tahun 1999, jumlah bank yang beroperasi di Meksiko adalah 48. Pada bulan Februari tahun 2005, jumlah itu turun menjadi 28.


Dari anaalisa yang ada, dapat disimpulkan bahwa system perbankan Meksiko sangat terkonsentrasi dan tergantung dari adanya masukan bank lain dan pangsa pasar untuk meningkatkan persaingan.
Dengan menggunakan metode CR dan Herfindahl dapat diperoleh indek pasar dalam kurun waktu tertentu, dan dapat mengetahui apakah terdapat persaingan monopoli dalam pasar di Meksiko.


Referensi :
[1] Encinas-Ferrer, C. (2003) Teoría Económica, Sistema Avanzado de Bachillerato y
Educación Superior (SABES), Guía de Aprendizaje para el Sexto Semestre,
Gobierno del Estado de Guanajuato, México.
[2] Encinas-Ferrer, C. (2010) Monopsonio-Monopolio: La Perfecta Competencia
Imperfecta. Tecsistecatl, 2.
[3] Encinas-Ferrer, C. (2013) Oligopsony-Oligopoly: The Perfect Imperfect Competition.
Procedia Economics and Finance, ELSEVIER Science Direct, 269-278.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/s2212567113000336
[4] Reyes, M., Morales, H., Encinas-Ferrer, C. and Corona, M.Á. (2012) La Nacionalización
de la Banca Mexicana como Mecanismos de Reconfiguración de los Grupos
Económicos. Centro de Estudios Espinosa Yglesias, México.
[5] About Education. Economics. About.com.
http://economics.about.com/cs/economicsglossary/l/bldefconcentrat.htm
[6] Banco de México, Sistema Financiero, Intermediación Financiera, Banca Múltiple.
http://www.banxico.org.mx/portal_disf/wwwProyectoInternetCaptacion_BM.jsp
[7] Comisión Federal de Competencia Económica (COFECE). Criterios Técnicos para
el Cálculo y Aplicación de un Índice Cuantitativo para Medir la Concentración del
Mercado. https://www.cofece.mx/cofece/index.php
C. Encinas-Ferrer
385
https://www.cofece.mx/cofece/index.php/normateca
[8] World Bank, World Data Bank, http://datos.bancomundial.org/indicador/
FR.INR.LEND; World Development Indicators: Lending Interest Rate (%)
http://databank.bancomundial.org/data/reports.aspx?source=2&series=FR.INR.LE
ND&country=MEX
Interest Rate Spread (Lending Rate Minus Deposit Rate, %):
http://databank.bancomundial.org/data/reports.aspx?source=2&series=FR.INR.LN
DP&country=MEX 

http://theiconss.blogspot.co.id/2009/06/tentang-herfindahl-hirschman-index.html

Wednesday, 4 January 2017

SIKAP MENGAKUI KESALAHAN PADA DIRI SENDIRI



Dalam hal sebuah tindakan  segala sesuatu yang dilakukan atau terjadi pasti akan mengalami kesalahan, Kesalahan itu bisa terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri atau karena alat yang digunakan, Kesalahan itu wajar terjadi, karena semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Dan kesalahan itu bukan hanya terjadi satu atau dua kali saja, namun berkali-kali.

       Dibalik semua kesalahan yang terjadi pasti akan mengetahui penyebab dari kesalahan itu. Dengan mengetahui penyebab kesalahan tentunya akan menjadi pelajaran atau pengalaman dimasa yang akan datang. Tanpa adanya kesalahan saat ini, pasti di masa depan akan melakukan kesalahan itu.

     Sebuah kesalahan mengakui pada saya sendiri dari kecil hingga dewasa kini, saya selalu membuat kesalahan namun terkadang tidak memangakui kesalahan karena kegois pada diri sendiri, contohnya pada kesalahan saya saat masih kecil ketika berumur  10 tahun, saat itu saya masih duduk dibangku sekolah dasar ketika saya bangun di pagi hari saya merasa malas untuk berangkat ke sekolah namun orang tua saya menyuruh saya untuk pergi berangkat kesekolah, saya pun menggerutu untuk tidak mau masuk sekolah namun saya harus mengakui karena itu kesalahan pada diri sendiri karena menuntun ilmu itu adalah wajib seketika saya langsung bergegas pergi untuk berangkat ke sekolah.

Kembali pada kesalahan pada diri sendiri yang saya alami pada sebuah antiran untuk membeli sebuah tiket sepak bola di gelora bungkarno yang akan di selenggarakan 3 hari yang akan ke depan, nah terlihat antrian begitu sangat panjang  sehingga saya harus menunggu begitu lama sekali, sedangkan tempat penjualan tiket belum terbuka sampai jam 12 siang, setelah menunggu begitu lama jam 2 siang terbuka tiket penjualan sepak bola, namun karena antrian begitu panjang saya merasa bosan sehingga ingin sekali begitu terburu – buru untuk membelinya, kemudian menyelang atau menyelinap diam-diam ke depan perlahan setelah berfikir saya mengakui kesalahan karena sikap begitu tidak baik, kita harus melihat ke belakang karena banyak seseorang untuk mengantri juga.

Mengakui kesalahan pada antiran membeli tiket sepakbola selanjutnya mengenai kesalahan pada saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama , hari senin pelajaran bahasa Indonesia mendapatkan tugas atau biasa di sebut dengan PR, yang harus di kumpulkan senin depan namun singkat saja tibalah hari senin depan saya lupa dan tidak mengerjakan tugas tersebut kemudian mendapatkan hukuman karena saya mengakui memang kesalahan pada diri sendiri karena lalai dan melupakan tugas tersebut.

        Masih di sebuah sekolah menengah pertama saya sangat ceroboh sehingga telat masuk sekolah, kenapa bisa terjadi telat masuk sekolah? Karena pada saat itu saya lupa menaruh kaos kaki, sering terjadi lupa menaruh kaos kaki karena kecerbohan saya selalu menaruh kaos kaki sembarangan sehingga sibuk untuk mencarinya, jam menujukan jam 7 lewat 15 menit kaos kaki belum di ketemukan namun jam pelajaran dimulai pada pukul 7  setalah mencari – cari hingga 17 menit akhirnya menemukan ada di bawah lemari kemudian saya bergegas untuk berangkat ke sekolah pada saat di perjalan saya berlali tersandung mengenai batu dan terjatuh celana kotor sesampai di depan sekolah gerbang sudah tertutup satpam depan sekolah mengatakan “ sudah terlamat nak datang lagi besok semoga tidak terlambat lagi” saya menangis karena mengakui sebuah kesalahan pada diri sendiri ceroboh dalam menaruh barang tidak sesuai tempatnya.

        Sebelumnya kesalahan saya pada saat di bangku sekolah menengah pertama kemudian kesalahan selanjutnya saat merokok di toilet pada jam istirahat sudah memasuki duduk di bangku sekolah menengah atas, jadi awal mula saya membeli sebungkus rokok di sebuah toko kelontong di pinggir jalan sebelum pergi untuk masuk sekolah kemudian jam pelajaran di mulai setelah jam istirahat saya bergegas untuk pergi merokok di toilet selang 5 menit guru ada yang melihat saya merokok kemudian di bawa keruang BP di dalam saya di sidang sekitar 10 menit dan di berikan surat teguran untuk orang tua agar datang ke sekolah, saya mengakui kesalahan pada diri saya sendiri sehingga mendapatkan hukuman.


        Saat ini saya sudah menjadi sabagai seorang mahasiswa namun kesalahan maih tumbuh dalam diri saya sendiri, kesalahan pada saat saya sekolah menengah atas terulang kembali setelah manjadi mahasiswa univeristas gunadarma  pada saat itu saya merokok di halaman koridor pintu masuk ruangan kelas, kemudian seseorang dosen menegur dan memberi tahu bahwa ada larangan untuk tidak merokok di area ini, dan saya mengakui kesalahan pada diri saya kemudian mematikan rokok dan meminta maaf, Begitulah pengalaman pribadi saya pada sebuah kesalahan pengakuan kesalahan ang terjadi. 

Perancangan Bisnis Tik

Regulasi Penggadaan Barang Dan Jasa

Pengadaan barang dan jasa di sekolah mengikuti regulasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Kemudian diperbaharui dengan No.35 tahun 2011 tentang perubahan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah dan terakhir diperbaharui dengan No. 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Presiden No. 84 Tahun 2012 tentang pengadaan barang/jasa khusus Papua dan Papua Barat.

Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik.

Dalam Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan bahwa Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

Ruang lingkup Peraturan Pengadaan Barang/Jasa ini terbatas pada Pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan biaya APBN/APBD, pinjaman atau hibah dalam negeri atau luar negeri. Baik pembiayaan secara keseluruhan maupun sebagian (Pasal 2 Ayat 1-3).  

Dalam mendukung penggunaan keuangan negara untuk proses Pengadaan Barang/Jasa yang terjangkau dan berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan, maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas Pemerintah dan pelayanan masyarakat, maka pengadaan barang dan jasa harus memperhatikan prinsip-prinsip yang dijelaskan dalam Pasal 5 berikut.

a.  Efisien, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum.
b.  Efektif, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.
c.    Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai Pengadaan Barang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat serta oleh masyarakat pada umumnya.
d. Terbuka, berarti Pengadaan Barang/Jasa dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi persyaratan/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas.
e.  Bersaing, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus dilakukan melalui persaingan yang sehat diantara sebanyak mungkin Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi persyaratan, sehingga dapat diperoleh Barang/Jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi yang mengganggu terciptanya mekanisme pasar dalam Pengadaan Barang/Jasa.
f.  Adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.
g.  Akuntabel, berarti harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan. 

 Selain itu dalam mencegah adanya penyelewengan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa, pada Pasal 6 ditetapkan etika yang harus dipatuhi oleh para pihak yang terlibat dalam proses Pengadaan Barang/Jasa sebagai berikut.

a.  melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa;
b. bekerja secara profesional dan mandiri, serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa;
c.  tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat;
d. menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak;
e.  menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa;
f.  menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa;
g.  menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara; dan
h.    tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan, komisi, rabat dan berupa apa saja dari atau kepada siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa.

Untuk keefektifan Pengadaan Barang/Jasa, pada Pasal 22 kemudian dijelaskan kegiatan perencanaan dalam Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi kegiatan:
a.    mengindentifikasi kebutuhan Barang/Jasa yang diperlukan.
b.    menyusun dan menetapkan rencana penganggaran untuk Pengadaan Barang/Jasa.
c.    menetapkan kebijakan umum tentang:
1)   pemaketan pekerjaan;
2)   cara Pengadaan Barang/Jasa; dan
3)   pengorganisasian Pengadaan Barang/Jasa;
d.   menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang paling sedikit memuat:
1)   uraian kegiatan yang akan dilaksanakan;
2)   waktu pelaksanaan yang diperlukan;
3)   spesifikasi teknis Barang/Jasa yang akan diadakan; dan
4)   besarnya total perkiraan biaya pekerjaan.

Tidak kalah penting dalam Pasal 105 disebutkan bahevwa Pengadaan Barang/Jasa harus memperhatikan konsep ramah lingkungan. Konsep ramah lingkungan merupakan suatu proses pemenuhan kebutuhan Barang/Jasa dengan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan. Dimana dalam Pemilihan kebutuhan Barang/Jasa mengarah pada pemanfaatan sumber daya alam secara arif dan mendukung pelestarian fungsi lingkungan hidup sesuai dengan karakteristik pekerjaan dengan tetap memperhatikan efisiensi dan efektifitas pengadaan.

Selanjutnya pada Pasal 115-124 ditetapkan tata cara pengendalian, pengawasan, pengaduan, dan sanksi pada proses Pengadaan Barang/Jasa. Adanya pengendalian dan pengawasan diharapkan dapat mewujudkan prinsip akuntabilitas dan pengelolaan sumber daya secara efisien serta menjamin terjadinya interaksi ekonomi dan sosial secara adil, transparan, profesional, dan akuntabel.

Gambaran Umum Bisnis
Perkembangan desain grafis di Indonesia sampai sekitar tahun 2000-an, masih dianggap seni kelas dua, dan seni pinggiran, problematika ini lahir dari berbagai macam aspek yang saling menagkumulasi satu sama lain.

Saat ini di Indonesia desain grafis sangatlah diminati. Telah banyak perguruan-perguruan tinggi negeri atau swasta yang memiliki program-program studi yang mempelajari Desain Grafis lebih dalam.

Oleh karena itu saya akan membuka sebuah perusaan jasa Desain Grafis dengan membuka lowongan pekerjaan bagi frashgruade untuk menciptakan kemampuan yang profesional dan berkembang bagi perusahaan.
Berikut ini akan di jelaskan proses perencanaan terperinci :      

Sumber informasi Tentang Penawaran Atau Peluang Proyek TIK

Ruang lingkup produk desain grafis yang ditawarkan dalam bentuk :
a.   Desain untuk pembuatan sepanduk
b.   Desain untuk pembuatan brosur
c.   Desain pembuatan sebuah prodak untuk perusahaan elektronik
d.   Desain pembuatan template website
Selain daftar diatas,bisa untuk pembuatan desain lainnya sesuai permintaan client untuk meeting.
Keunggulan yang kami tawarkan terhadap pembuatan desain grafis dengan kami :
1.   Proses bisnis yang cepat dan terpercaya
2.   Jika pesanan tidak seusai kami akan anti dengan susai ke inginan(garansi)
3.   Harga terjaungkau bagi client yang sudah berlangganan
4.   Tenaga ahli sangat terpercaya
Bahan baku dan perlatan untuk proses bisnis :
1.   25 unit Personal Computer dengan spesifikasi :
-      Processor Intel Core i7
-      RAM 8GB
-      HARDDISK 1 TB
-      VGA INTERNAL    : INTEL HD 4000
-      VGA EKSTERNAL  : NIVIDIA G-FORCE GTX760
-      MONITOR 14” LED
2.   Software yang di butuhkan :
-      Adobe Photoshop
-      Adobe illustrator
-      CorelDraw
-      Autocad
-      Sketch up
3.   25 Unit Printer Epson L565 All in One Print, Scan, Copy, Fax, Wi-Fi Origina
Kebutuhan modal :
-      25 Unit Pc
   1 PC Rp. 10.000.000
 25  PC Rp. 10.000.000 x 25
Total dana PC Rp.250.000.000

-       25 Unit Printer Epson L565
1 Unit printer Rp.5.000.000
25 Printer   Rp. 5.000.000 x 25
Total dana printer Rp.125.000.000

Sumber daya manusia
Bsinis ini dikelola oleh beberapa SDM yang memilik jabatan/pekerjaan masing-masing diantaranya :

a. designer     : 23 orang
b. manager     : 1 orang
c. marketing   : 3 orang
Pembagian Kerja
a.   Designer : bekerja membuat desain pesanan sesaui client
b.   Manager : mengatur bawahannya sesuai jobdesc
c.     Marketing : bekerja untuk memasarkan produk desain baik melalui online maupun offline
Peluang usaha
Dengan perancangan analisa yang kuat dan pembuatan desain- desain  yang terbaik sehingga bisa bersaing dengan perusahaan yang lain yang ada.

Kebutuhan dokumen yang tertuang dalam KAK ( Kerangka Acuan Kerja) atau TOR (Term of Reference) atau Bidding Document

Identifikasi kebutuhan adalah salah satu kegiatan dalam penyusunan rencana umum pengadaan. Kegiatan lain yang juga menjadi bagian dalam penyusunan rencana umum pengadaan adalah penyusunan dan penetapan Kerangka Acuan Kerja (KAK). KAK adalah acuan dalam setiap pengadaan barang/jasa yang terdiri atas:
a.   Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi latar belakang, maksud, dan tujuan, lokasi kegiatan, sumber pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan. Latar belakang usaha ini karena melihat potensi yang ada mengenai aplikasi mobile.
b.   Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan/pekerjaan tersebut mulai dari pengumuman, rencana pengadaan sampai dengan penyerahan barang/jasa. Waktu yang diperlukan untuk membuka usaha ini sesuai kelengkapan pengadaan barang-barang, peralatan dan lainnya.
c.   Spesifikasi teknis barang/jasa yang akan diadakan. Dalam usaha pembuatan aplikasi mobile ini, memerlukan perlengkapan pc untuk membangun aplikasi secara penuh dan proses pembuatan laporan, serta printer untuk mencetak dokumen yang dibutuhkan.
d.   Besarnya total perkiraan biaya pekerjaan termasuk kewajiban pajak yang harus dibebankan pada kegiatan tersebut. Dalam usaha digital printing total perkiraan modal sekitar Rp. 100.000.000.

        Istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan KAK adalah Term Of Reference (TOR). KAK dan RAB merupakan dokumen awal yang disusun untuk penganggaran tahunan dan termasuk dalam dokumen anggaran K/L/D/I.
        Permasalahan yang terjadi di lapangan, karena proses pengadaan yang dilakukan dimulai dari identifikasi kebutuhan yang mengada-ada, maka penyusunan KAK juga hanya dilakukan setengah hati dan sekedar untuk menggugurkan kewajiban dokumen dalam penyusunan anggaran belaka.

        Sering terjadi, karena sifat pekerjaan selalu berulang setiap tahun, maka KAK yang disusun hanya sekedar “save as” dari dokumen KAK tahun sebelumnya. Cukup dengan mengganti jumlah sasaran dan mencocokkan nilai anggaran dengan standar biaya terbaru bahkan dengan menyusun waktu secara asal-asalan maka KAK sudah siap dijadikan lampiran pembahasan anggaran.
        Inilah yang menyebabkan proses pengadaan menjadi kacau balau, karena ruh utama pengadaan, yaitu identifikasi kebutuhan tidak tersampaikan secara jelas dan dipahami secara mendalam serta dituliskan secara terukur. Proses penyusunan KAK berhenti hanya sebatas pemenuhan persyaratan administratif dalam penganggaran.

Komentar :
       

Desain grafis di Indonesia berkembang dengan pesat dan mempunyai pengaruh besar dalam bidang perniagaan, pembelajaran, dan hiburan. Kebanyakan kalangan sangat antusias untuk memahami dan mempelajari tentang desain grafis, tidak hanya orang dewasa dan remaja, bahkan anak-anak mulai menyukai desain grafis.
Dengan demikian desain grafis di pergunakan sesuai keinginan seseorang dengan pemikiran yang cemerlang sehingga terbentuklah desain yang abstarktif dan menarik.
Menurut saya bisnis ini kedepan akan berkembang dan menjanjikan benefit yang luar biasa.


Sumber :
http://karynakhaerani.blogspot.co.id/2016/01/regulasi-dan-prosedur-pengadaan-barang.html
http://www.falkhi.com/2014/09/ringkasan-regulasi-pengadaan-barang-dan.html